Fakta Tentang Jusuf Habibie dan Jusuf Kalla

Kamis, Februari 19

Membaca sejarah perjalanan bangsa adalah salah satu kegemaran saya. Selain karena untuk menambah wasasan sekaligus untuk memperkaya tulisan, juga karena sejarah sepertinya mengalami pengulangan dengan caranya sendiri. Seperti berakhirnya masa tugas Bung Karno dan Soeharto, diawali dengan keterpurukan ekonomi yang diselingi dengan antri beras lalu diakhiri dengan demonstrasi mahasiswa. Kemudian....., saat ini saya sedang tersenyum simpul dengan sejarah perjalanan hidup Habibie dan Kalla. Sepertinya ada persamaan diantara mereka. Sementara itu, adakah perbedaan diantara keduanya?

Persamaan Habibie dan Kalla:

Habibie dan Kalla sama-sama mengandung nama Jusuf.

Habibie dan Kalla sama-sama berasal dari wilayah Indonesia Timur.

Habibie dan Kalla sama-sama mempunyai istri dari seberang. Bila Habibie mendapatkan jodoh orang Jawa, maka Kalla mendapatkan jodoh orang Minang. Kata orang, perpaduan mereka sungguh kuat auranya. Habibie yang bila berbicara meledak-ledak diselingi kata-kata asing mendapat jodoh orang Jawa yang gemulai dan lemah lembut. Gaya bahasa Habibie itu mungkin menjadi inspirasi Cinta Laura yang suka tukang ojek karena suka becek. Sementara Kalla, lebih-lebih lagi auranya. Kalla yang bermental saudagar bertemu dengan Ny.Kalla yang bermental pedagang. Klop dah aura rejekinya.

Habibie dan Kalla sama-sama meniti karir sebagai menteri.

Habibie dan Kalla dalam berkarir sama-sama berlandaskan partai Golkar.

Habibie dan Kalla sama-sama menjadi petinggi Golkar.

Habibie dan Kalla sama-sama menjadi Wakil Presiden.

Habibie dan Kalla sama-sama diparodikan.


Lalu perbedaannya??

Habibie mengakhiri karirnya sebagai presiden pengganti Soeharto. Sementara Kalla masih enggan melepas jabatan wapresnya.

Habibie dianggap orang yang paling bertanggung jawab atas lepasnya Timor Timur. Hal ini tidak terlepas atas kebijakaanya mengadakan pertemuan Tripartit yang berujung pada pelaksaaan refendum Timor Timur. Sementara Kalla, bisa jadi pertemuan Helsinki berdampak pada lepasnya Aceh. Hmm, jangan sampai deh.

Habibie sudah mencukur kumisnya untuk menyamakan diri bahwa menjadi presiden RI harus tidak berkumis. Sementara kumis Kalla masih bertengger dengan indahnya.

Habibie diparodikan oleh Butet, sementara Kalla diparodikan oleh Jarwo Kuat dan Ucup Kelik.

Selanjutnya.."Fakta Tentang Jusuf Habibie dan Jusuf Kalla"

Presiden Kita Selanjutnya Berkumis????

Selasa, Februari 17

Entah kebetulan atau memang sejarah menghendaki, mulai dari presiden pertama kita Bung Karno hingga SBY semuanya tidak memiliki kumis. Lalu ada pertanyaan menggelitik, presiden kita selanjutnya berkumis tidak??? Dari para kandidat capres yang ada sekarang ini juga tidak memiliki kumis. Sebut saja Prabowo, Wiranto, Sri Sultan dll.

Lalu kira-kira siapa capres berkumis yang paling kuat peluangnya menjadi presiden kita




Catatan:
Gambar ini didapat dari Panwaslu Sulteng. Konon, merupakan imbas perseteruan Golkar VS Demokrat.


Selanjutnya.."Presiden Kita Selanjutnya Berkumis????"

Valentine’s Doraemon

Sabtu, Februari 14

Setelah rokok dan golput diharamkan, kini giliran Valentine’s Day yang dirayakan setiap 14 Februari menjadi sasaran tembak untuk diharamkan. Pernyataan haram itu disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat KH Drs Hafidz Utsman. Alasannya, budaya Valentine ialah budaya yang berasal dari non-Muslim. "Valentine itu kan dari budaya luar, dan asal-usul Valentine itu orang pacaran yang tidak pakai norma agama, jadi kenapa orang Islam harus meniru budaya itu," katanya.

Saya jadi teringat tentang cerita doraemon. Anak-anak sekarang masih saja suka dengan tayangan Doraemon. Padahal itu tayangan dari luar sana, tepatnya Jepang. Lalu apa hubungannya doraemon dengan pernyataan haram diatas?????

Yg matane buta namanya Doraketok
Yg bodo namanya Doramudeng
Yg sakit2an namanya Dorasehat
Yg minggatan namanya Dorabali
Yg rai gedhek namanya Doraisin
Yg tuli namanya Dorakrungu
Yg porno namanya Dorakathokan
Yg baca posting ini namanya Dorawaras
Dan yg bikin posting ini namanya Dorapekok alias pinter...


Belakangan sadara Doraemon nambah dan diberi nama

Yang sembelit Dorangising. ...
Yang jarang muncul di blog Dorangetok.. .
Yang jarang nulis di blog Dorangetik.. .
Yang masih kos Doramulih...
Yang kuliahnya lama Dorarampung- rampung.. ..

Sing ra mudheng, berarti .... Doranyandhak ......

Selanjutnya.."Valentine’s Doraemon"

Mulut

Jumat, Februari 13


Akhirnya tuntas sudah rasa sakit itu. Gigi yang telah lama menghuni ruang mulutku, membantu proses pertumbuhan raga tercerabut oleh hentakan lunak dari dokter gigi. Sedikit nyeri seperti digigit semut saat geraham terangkat dari singasananya, namun rasa nyeri itu terbayarkan dengan senyuman manis dokter berparas cantik. Dalam hatiku, “pantas....banyak pasien yang datang ke klinik ini. Dokternya cantik sih”. Mungkin saja ada lelaki yang ngefans berat sama dokternya lalu mau saja datang dan datang lagi walau gigi demi gigi tercerabut”. Saya juga ngebatin kalau tempat ini bukan klinik tapi puskesmas....(pusat kesenangan mas-mas). He he he.

Begitulah kira-kira. Demi kenyamanan mungkin saja sesuatu harus dicabut dari tempatnya. Walau ketidaknyamanan berasal dari diri mulut sendiri. Sama seperti Golkar yang tidak nyaman atas pernyataan yang keluar dari mulut petinggi Demokrat yang dianggap mengecilkan Golkar. Sama dengan tidak nyamannya sehingga SBY buru-buru klarifikasi dari mulutnya sendiri atas kejadian tersebut. Toh klarifikasi yang cenderung seperti permintaan maaf tak merubah keadaan. Banyak petinggi Golkar mengeluarkan serapahnya dan mengancam akan mencabut diri dari rencana koalisi permanen dengan Demokrat, dan bisa jadi tidak akan mengusung SBY-JK lagi.

Saya ingat pepatah tua yang mengatakan bahwa lidah (mulut) setajam pedang atau pepatah China yang mengatakan mulutmu adalah harimaumu. Semuanya berawal dari kata hati yang kemudian terlontar melalui mulut. Namun pepatah ini tidak berlaku bagi dokter gigi karena “mulutmu adalah rejekiku”. Halah.......

Selanjutnya.."Mulut"

  © Blogger Template News Kidding On The Blog by Bagus Pras 2010

Back to TOP