Perbudakan Gaya Baru....
Senin, April 27
Akhirnya rasa penasaran terlampiaskan sudah. Setelah disuruh-suruh temen sekolah dulu.., saya terpaksa ikutan ngepesbuk. Ternyata...sebagai pemula..., ngepesbuk sangatlah mudah. Tinggal masukin account email kita... (sembarang email apa saja), lalu kasih nama kita, asli maupun palsu boleh..., lalu setting profile.. bla bla. Beres? Belum..., untuk mengoptimalkan fungsi pesbuk sebagai jejaring sosial..kita perlu beranjang sana, istilahnya add.., entah dengan temen yang sudah dikenal maupun belum. Biasanya sih langsung di approve..., karena ada kebanggan jika temennya telah mencapai ribuan. Entah kenal atau nggak ya di approve. Kalau saya?
Pertama sih saya mencari kawan seiring seperjuangan, temen sekolah, temen kuliah dan temen nongkrong. Setelah itu melebarkan sayap dengan meng-add temen yang seprofesi atau memiliki hobi yang sama. Banyak ide dan gagasan yang dituangkan dalam status wall temen-temen. Baik temen-temen politikus..maupun temen-temen aktivis. Semuanya memberikan warna. Terlebih lagi dengan hasil pemilu yang menceraikan SBY-JK, banyak celotehan dan celometan.
Di pesbuk pula saya bisa bercengkerama hingga dini hari. Say helo hingga membicarakan kondisi terkini walau tidak se-enjoy YM dalam ngerumpi tentunya. Lalu apalagi? Yang jelas pesbuk telah mengganggu pola makan dan tidurku sehingga kinerja menjadi amburadul. Bayangkan saja, saya memperpanjang waktu pulang hanya untuk pesbuk. Sepanjang perjalanan pulang.., saya lirik ke hp-ku, mencari temen yang update statusnya. Menjelang tidur malampun saya harus lapor ke pesbuk. Kataku “Rest and Relaxation with Bon Jovi –Never Say Goodbye—“
Argggggggggghh.......... pesbuk, kau menjadikanku budak mayamu. Dasar...


