Kopi Goyang 90 Kali

Rabu, Oktober 6

Sore ini Jakarta dipayungi hujan dengan suara geledek bersahutan diselingi kilatan cahaya petir. Enggan rasanya meninggalkan kursi melihat cuaca yang ektrim ini. Entah sudah senja ke berapa kali, Jakarta diguyur hujan. Pengamat cuaca telah memprediksikan bahwa cuaca ekstrim ini merupakan bagian dari anomaly cuaca sepanjang tahun 2010 mungkin saja sudah dimulai sejak 2009. Ada penulis yang mengatakan bahwa anomali cuaca ini berkorelasi dengan terpilihnya SBY kedua kalinya. Ah ada ada saja. Kalau memang tidak suka dengan SBY ya jangan mengkaitkan cuaca ekstrim dengan beliau. Tidak elok rasanya.

Sambil membaca media online, saya sesekali menikmati kopi hitam kesukaanku. Kopi hitam ini diseduh oleh OB yang sudah tahu gimana caranya menyeduh kopi. Syaratnya adalah menyeduh kopi dengan air mendidih, lalu 2 sendok kopi dan 3 sendok gula, diaduk searah jarum jam sebanyak 90 kali. Pasti ada yang bertanya… kenapa harus 90 kali. Ya harus sebanyak itu biar biang kafeinnya keluar dan membuih. Rahasia ini saya peroleh setelah mengamati racikan kopi Gresik yang pooolllll enake. Dalam pengamatan saya.., goyangan senduk mengaduk kopi sebanyak 90 kali. Dan ini saya hitung di setiap tamu yang meminta kopi. …, Pantesan aja ibu2 itu lengannya montok.. karena harus mengaduk kopi sebanyak 90 kali pergolas. Hitung sendiri bila ada 100 tamu dalam sehari, berapa kali dia mengaduk. Hoh ho ho…

Kembali ke masalah cuaca ektrim. Pemerintah dalam sidang kabinetnta telah mewaspadi potensi ancaman cuaca ektrim terhadap ketersediaan pangan. Walaupun stok beras masih dirasa cukup, namun beberapa bulan kedepan masyarakat akan meningkat kebutuhan makannya. Ada beberapa peristiwa besar semisal Lebaran Haji, Natal dan Tahun Baru. Semoga cuaca ektrim ini tidak berkepanjangan dan mengakibatkan gagal panen yang ujung-ujungnya meroketnya harga pangan. Yang untung pasti importer sembako. Dasar …..

Hmmm.., berita hari ini masih diwarnai tanggapan atas ditundanya kunjungan RI1 ke negeri Belanda. Banyak pengamat yang menyangkan sikap SBY itu. Lebih parah lagi ada yang mengatakan bahwa SBY penakut dan panik. Menurut saya sih nggak juga. Daripada dipermalukan lebih baik menunda saja. Harga diri bangsa lebih berarti kata SBY. Cuma saja… kenapa dengan Malaysia tidak berani bahkan terkesan menjual harga diri. Gubrakkk… Ngopi lagi ah….

Soal kopi mengopi, saya pernah minum kopi di sebuah warung kopi di daerah Krawang. Tapi kenapa rasa kopinya datar-datar saja, padahal takaran kopi dan gula sama persis. Setelah diamati.., ternyata yang goyang bukan sendoknya tetapi pantatnya goyang sebanyak 90 kali. Halahhh……

  © Blogger Template News Kidding On The Blog by Bagus Pras 2010

Back to TOP