Tampilkan postingan dengan label Humor Gue. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Gue. Tampilkan semua postingan

Kopi Goyang 90 Kali

Rabu, Oktober 6

Sore ini Jakarta dipayungi hujan dengan suara geledek bersahutan diselingi kilatan cahaya petir. Enggan rasanya meninggalkan kursi melihat cuaca yang ektrim ini. Entah sudah senja ke berapa kali, Jakarta diguyur hujan. Pengamat cuaca telah memprediksikan bahwa cuaca ekstrim ini merupakan bagian dari anomaly cuaca sepanjang tahun 2010 mungkin saja sudah dimulai sejak 2009. Ada penulis yang mengatakan bahwa anomali cuaca ini berkorelasi dengan terpilihnya SBY kedua kalinya. Ah ada ada saja. Kalau memang tidak suka dengan SBY ya jangan mengkaitkan cuaca ekstrim dengan beliau. Tidak elok rasanya.

Sambil membaca media online, saya sesekali menikmati kopi hitam kesukaanku. Kopi hitam ini diseduh oleh OB yang sudah tahu gimana caranya menyeduh kopi. Syaratnya adalah menyeduh kopi dengan air mendidih, lalu 2 sendok kopi dan 3 sendok gula, diaduk searah jarum jam sebanyak 90 kali. Pasti ada yang bertanya… kenapa harus 90 kali. Ya harus sebanyak itu biar biang kafeinnya keluar dan membuih. Rahasia ini saya peroleh setelah mengamati racikan kopi Gresik yang pooolllll enake. Dalam pengamatan saya.., goyangan senduk mengaduk kopi sebanyak 90 kali. Dan ini saya hitung di setiap tamu yang meminta kopi. …, Pantesan aja ibu2 itu lengannya montok.. karena harus mengaduk kopi sebanyak 90 kali pergolas. Hitung sendiri bila ada 100 tamu dalam sehari, berapa kali dia mengaduk. Hoh ho ho…

Kembali ke masalah cuaca ektrim. Pemerintah dalam sidang kabinetnta telah mewaspadi potensi ancaman cuaca ektrim terhadap ketersediaan pangan. Walaupun stok beras masih dirasa cukup, namun beberapa bulan kedepan masyarakat akan meningkat kebutuhan makannya. Ada beberapa peristiwa besar semisal Lebaran Haji, Natal dan Tahun Baru. Semoga cuaca ektrim ini tidak berkepanjangan dan mengakibatkan gagal panen yang ujung-ujungnya meroketnya harga pangan. Yang untung pasti importer sembako. Dasar …..

Hmmm.., berita hari ini masih diwarnai tanggapan atas ditundanya kunjungan RI1 ke negeri Belanda. Banyak pengamat yang menyangkan sikap SBY itu. Lebih parah lagi ada yang mengatakan bahwa SBY penakut dan panik. Menurut saya sih nggak juga. Daripada dipermalukan lebih baik menunda saja. Harga diri bangsa lebih berarti kata SBY. Cuma saja… kenapa dengan Malaysia tidak berani bahkan terkesan menjual harga diri. Gubrakkk… Ngopi lagi ah….

Soal kopi mengopi, saya pernah minum kopi di sebuah warung kopi di daerah Krawang. Tapi kenapa rasa kopinya datar-datar saja, padahal takaran kopi dan gula sama persis. Setelah diamati.., ternyata yang goyang bukan sendoknya tetapi pantatnya goyang sebanyak 90 kali. Halahhh……

Selanjutnya.."Kopi Goyang 90 Kali"

Helm And The BackPOSE

Rabu, Juni 16

Selanjutnya.."Helm And The BackPOSE"

NONTON PIALA DUNIA YUKKK

Senin, Juni 14

Pecandu bola macam saya ini telah menyiapkan stamina lebih guna memelototi tayangan sepakbola dari sore hingga dini hari selama sebulan penuh. Jadwal penyisihan masing-masing grup memang ditayangkan secara marathon mulai sore hingga dini hari… dan setiap hari. Hingga hari ke-3 penyelenggaraan piala dunia tidak ada kejutan berarti. Dari beberapa pertandingan, bola Jabulani menjadi masalah yang cukup mendapatkan banyak keluhan. Mulai dari si jenius Messi hingga para penjaga gawang. Terakhir, bola Jabulani membuat Inggris harus merelakan berbagi angka dengan saudara mudanya Amerika.

Terkait dengan kenyamanan melihat tayangan sepakbola di televisi, saya harus berterima kasih sama PLN bahwa hingga hari ke-3, listrik di wilayahku tinggal belum ada pemadaman bergilir. Di media massa pun, saya belum membaca kasus-kasus unjuk rasa maupun aksi anarkis yang ditujukan kepada PLN. Maklum, sebelum piala dunia, banyak kasus-kasus anarkis terjadi di berbagai wilayah di Indonesia yang disebabkan oleh pemadaman bergilir. Untuk sementara PLN sangat mengerti akan kebutuhan masyarakat pecandu bola. Solusi jangka pendek nampaknya sudah dilakukan oleh PLN dengan menyewa atau membeli genset untuk daerah-daerah krisis listrik. Dan semoga tidak lupa dengan program jangka panjang yakni program 10.000 MW. Biasalah, bangsa Indonesia mudah terlena dengan solusi jangka pendek.

Memang krisis listrik sudah terjadi mulai dari awal 2008. Seperti data dari Dewan Energi Nasional (DEN) yang menyatakan ada sembilan daerah krisis listrik akut. Diantaranya adalah Kalimantan. Saya gak habis pikir, Kalimantan yang kaya minyak dan batubara kok krisis listrik? PLN sebagai perusahaan monopoli berencana membeli listrik dari Malaysia (Serawak) untuk mengatasi krisis listrik diperbatasan. Rencananya sih pembangunan saluran transmisi bertegangan 275 kilo volt dari Sarawak ke Kalimantan Barat melalui Kabupaten Bengkayang telah memasuki kajian non teknis. Tahap pertama energi listrik yang dibeli rencananya 100 mega watt (MW). Glekkk. Bagaimana nasib bangsa kita jika masalah strategis harus import dari luar negeri kecuali kalau kita tidak bisa memproduksi sendiri. Indonesia sepertinya telah menjadi pasar dari produk luar negeri. Keren khan???

Di tengah hiruk pikuk piala dunia, bola panas telah ditendang oleh Dirut PLN dengan mewacanakan program listrik gratis bagi masyarakat miskin. Dasar usulan program listrik gratis adalah dengan memberikan seluruh subsidi kepada golongan masyarakat miskin (pengguna 450 MW) dan pembayaran normal atau sebesar biaya produksi listrik (Rp 1.000 per kwh) oleh golongan lain, maka PT PLN akan kehilangan dana sebesar Rp 1,5 triliun tetapi dapat penerimaan sekitar Rp 30 triliun.

Wacana itu telah ditanggapi beragam dari kalangan pemerhati masalah listrik. Pro Kontra – pun muncul. Seperti kata Roy Salam (Peneliti Hukum dan Politik Anggaran Indonesia Budget Center – IBC) yang mengatakan kalau PLN sebaiknya membangun perluasan fasilitas listrik ketimbang menggratiskan listrik untuk warga miskin sebab masih banyak daerah terpencil yang belum teraliri listrik. Perluasan fasilitas listrik dinilai lebih bermanfaat dari dapat kebijakan menggratiskan. Sedangkan Tulus Abadi (YLKI) mengatakan bahwa menggratiskan listrik bukan solusi untuk mengatasi permasalahan dan jika memang ingin mengeluarkan kebijakan pro rakyat, listrik gratis lebih baik diperuntukan bagi sektor yang langsung berhubungan dengan masyarakat, misalnya gratis pasokan listrik untuk transportasi dan pendidikan. Tanggapan yang sama juga dilontarkan oleh Ahmad Muzani (Sekjen Partai Gerindra) yang mengatakan bahwa usulan tersebut mengada-ada dalam situasi sekarang. Pemerintah jangan memberikan angin surga kepada rakyat. PLN sebaiknya memprioritaskan penyaluran dan pengembangan jaringan listrik ke daerah-daerah pelosok yang masih belum tersentuh selama ini.

Namun, nampaknya ada juga yang setuju. PKS misalnya. Zulkieflimansyah (Ketua DPP PKS) mengatakan bahwa usulan itu sangat tepat dan layak diikuti oleh BUMN lainnya, termasuk pertamina. Sudah saatnya pemerintah tidak membebani rakyat kecil, dan di sisi lain tidak mensubsidi golongan yang lebih mampu. Langkah tersebut bisa mengurangi kesenjangan seperti yang diharapkan Presiden SBY karena itu, BUMN lainnya harus membuat terobosan yang sama, agar konsep kesejahteraan bisa dinikmati secara nyata.

Tapi menurut saya sih mending subsidi listrik diberikan kepada industri. Logikanya sih bila listrik industri diturunkan akan membuat harga jual hasil produksi ikut turun juga. Jika harga listrik konsumen rumah tangga turun tidak memberikan nilai tambah apapun kecuali rakyat happy.

Lalu???
Ah, mending nonton piala dunia sambil menunggu kepastian tarif dasar listrik jadi naik atau tidak pada 1 Juli 2010. Jika jadi naik, mari kita ambil sisi positifnya dengan membeli barang-barang yang memang kita butuhkan.

Selanjutnya.."NONTON PIALA DUNIA YUKKK"

LOKASI HUNTING

Senin, Juni 7

Setelah bertahun-tahun selalu mendapat penugasan di daerah, awal bulan ini saya mendapat pos baru di ibukota namun dengan status yang sama. Jurnalis Jalanan. Beda dengan profesi lainnya, misal seperti TNI atau Polri, jika pindah tugas dari daerah apalagi daerah itu daerah konflik akan mendapatkan apresiasi dengan diberi tugas baru dengan jabatan baru dan gaji baru, kecuali tentara atau polisi itu melakukan indisipliner, pastinya mendapatkan kurungan. He heheh.

Awalnya, saya gagap dengan situasi ibukota. Bayangkan saja, saya harus rela bangun pagi dan mengejar angkutan umum karena saya belum tahu jalanan ibukota. Namun seiring dengan berjalannya waktu, saya mulai hafal dengan jalur padat dan jalur lancar. Jam berapa jalanan sepi atau padat merayap, ini merupakan pengamatan saya selama naik angkutan umum. Setelah itu, saya berani menggunakan kendaraan pribadi, maksute motor matic dengan semboyan “Gas POLLL remmm POLLLL” itu. Bisa nyelip-nyelip diantara kendaraan. Mengasyikan memang.

Saya yang gemar dengan fotografi kini dihadapkan pada kesulitan menemukan obyek foto. Kenapa? suka sekali mengabadikan alam dan sekitarnya untuk saya bidik, namun di Jakarta ini sangat susah menemukannya. Saya tidak menyukai foto gedung atau apalah yang buatan manusia, tapi lebih suka dengan keindahan alam, dan itu tidak ada di Jakarta kecuali dengan susah payah harus ke pinggiran sedikit, entah di Depok, Tangeran ataupun Bekasi.

Ada sebuah saran dari teman saya penghobi fotografi juga. Katanya, di pusat Kota Jakarta banyak lokasi hunting misalnya di kamar hotel inu, kamar hotel ini, kamar hotel anu..kamar hotel itu…. Halah… itumah motret model…..

Selanjutnya.."LOKASI HUNTING"

SUSNO “SERPICO” DUAJI

Rabu, Mei 12


Drama pembeberan borok di tubuh kepolisian oleh anggotanya sendiri tidak hanya terjadi di Indonesia. Jauh sebelum reformasi, di negaranya Obama, Frank Vincent Serpico secara marathon mengumpulkan bukti korupsi di NYPD namun selalu tak berdaya menjerat pejabat polisi korup ke meja hijau. Geregetan dengan upaya yang selalu mentok lewat jalur hukum, maka Serpico mengirimkan hasil investigasinya ke New York Times dan pewarta kriminal David Burnham menuliskannya di suatu artikel di koran itu pada 25 April 1970. Dampaknya sungguh luar biasa.

Cerita usang itu nampaknya kembali terulang dengan waktu dan tempat yang berbeda. Jika Serpico hanya anggota polisi NYPD rendahan, Susno Duaji adalah perwira tinggi bintang tiga, mantan kabareskrim pula. Pola yang dimainkan oleh Susno Duaji (SD) mirip-mirip seperti yang dimainkan Serpico dengan melibatkan jaringan pers dan kalangan pers sendiri menikmatinya karena kasus SD yang membongkar mafia hukum di internal Kepolisian sangat ditunggu-tunggu masyarakat.

Belum hilang ingatan saat istilah “Cicak vs Buaya” dimana pihak kepolisian melalui SD secara jumawa mengobok-obok KPK dan berencana menyeret kemeja hijau dengan tuduhan bahwa pimpinan KPK diduga menerima suap atau menjadi mafia kasus. Entah ada kaitannya dengan salah satu anggota KPK yang akrab dengan para aktivis dari LSM dan LBH, dengan serta merta KPK dibela tanpa pandang bulu bahkan pers-pun menjadi latah dengan berita-berita miring menyudutkan si buaya.

Kini, pers-pun tak henti memberitakan SD dengan sudut pandang yang beragam. Namun semuanya bermuara pada titik yang sama. Berantas korupsi sampai habis. Penahanan SD bisa menjadi titik nadir bagi pejuang anti korupsi namun bisa menjadi pintu masuk (katanya Kapolri sih) untuk menguak kasus lain yang lebih besar.

Peran pers sangat diharapkan untuk terus mengkritisi beragam kebijakan dan kelakukan elit politik, pejabat negara dan pelaku hukum. Namun masalahnya, pers itu juga bagian dari posisi tawar menawar karena pers saat ini kebanyakan dimiliki oleh pengusaha sekaligus elti politik.

Selanjutnya.."SUSNO “SERPICO” DUAJI"

Rombak !!!!

Selasa, Mei 11


Akhirnya saya bisa merombak total tampilan blog ini. Selain karena ingin mencari suasana baru juga karena lagi latah seperti pak SBY yang sedang ingin merombak kabinet pasca mundurnya SMI dari Menkeu. Ukuran template saya perkecil karena yang besar sangat merepotkan seperti koalisi SBY-Boed yang besar itu. Entah ada atau tidak ada aspek psikologisnya dengan kalahnya PD di Pansus Century, saya mengganti warna dominan biru menjadi dominan putih. Selain karena putih dianggap warna netral juga supaya keliatan bersih. Anggap saja saya non-partisanlah.

Di beberapa bagian saya tetap menampilkan widget, seperti Shout Mix yang saya anggap perlu karena itu untuk saling menyapa dengan cepat tanpa harus membaca dan memberikan komentar pada salah satu postingan walau harapannya sih agar para blogger sudi untuk membaca dan memberikan komentar. He he he…Selain Shout Mix, juga ada tampilan recent post, link banner, link para sahabat dan tentunya follower. Kira-kira beginilah tampilan blog saya. Bisa dibilang merubah bahkan bisa saja disebut merombak total.

Perubahan dan perombakan ini saya lakukan dengan cepat tanpa ragu-ragu karena saya bukan tipe ragu-ragu seperti pemimpin kita itu. Kalau memang ingin mensejahterakan rakyat kenapa ragu-ragu dalam mengambil keputusan?? Bahkan mengorbankan SMI yang jelas-jelas putri terbaik bangsa dan bekerja sesuai aturan main. Yang secara tegas menolak berkompromi soal Lapindo dan Pajak.

Selamat Jalan, SMI. Saya menunggumu untuk 2014-2019.

Selanjutnya.."Rombak !!!!"

Hai Blog… I miss U..

Senin, Juli 13


Akhirnya setelah berbulan menekuni kegiatan baru yakni ber-pesbuk ria, kini saya kembali menekuni kegiatan yang sudah mendarah daging. Kegiatan yang murah meriah karena fasilitas itu memang gratisan, kecuali koneksi internet yang harus dibayar. Itupun bisa gratis kalau saya melakukannya di kantor. He he. Kenapa saya kembali menekuni kegiatan lama saya yakni nge-BLOG.., karena mbak pesbuk sangat kejam. Saya sudah dua kali di-banned. Ha ha….

Kenapa account Bagus Pras dua kali dibanned?.., Karena saya kelewat cepat nge-add temen2 dan sahabat2 termasuk para public figure. Saya memimpikan ada account Bagus Pras Full dan Bagus Pras II ..waakakak. Namun, nafsu besar tersebut harus dibayar mahal. Itulah duka saya nge-pesbuk ria.

Namun, selain duka yang diberikan oleh pesbuk, saya banyak mendapat suka. Mendapatkan teman secara instant melalui jejaring social itu. Siapa sangka, saya bisa mendapatkan kenalan tokoh politik ataupun wartawan senior yang hanya bisa dilihat di tv atau membaca tulisannya. Dari pesbuk pula, saya bisa sharing pengalaman.

Saat Bagus Pras pertama belum di banned, saya bisa mengikuti kegiatan para tokoh politik dalam melakukan kampanye di daerah sana dan sini. Bisa langsung meminta komen atau tanggapan terhadap kegiatan atau peristiwa terkini dan bisa langsung dibuat berita. Mudah dan murah bukan. Duduk seharian di depan computer bisa membuat berita. Langsung dari tangan pertama, kecuali account tokoh itu adalah palsu. Wakakakak…

Saat Bagus Pras kedua, saya mengais-ngais pertemanan dan mengingat-ingat siapa saja yang pernah saya add. Dan itu susahnya minta ampun. Duka ini juga pernah dialami oleh beberapa teman pesbuk dengan kasus yanag sama. Kata temen nge-Blog sekaligus temen pesbuk saya… komentarnya pasti…”Modyaaaar Cocoteeee”…

Selanjutnya.."Hai Blog… I miss U.."

PERJANJIAN PRANIKAH

Jumat, Maret 6

Cowok : Akhirnya aku sudah menunggu saat ini tiba sejak lama
Cewek : Apakah kau rela kalau aku pergi?
Cowok : Tentu Tidak!!Jangan pernah kau berpikiran seperti itu
Cewek : Apakah Kau mencintaiku?
Cowok : Tentu !! Selamanya akan tetap begitu
Cewek : Apakah kau pernah selingkuh?
Cowok : Tidak !! Aku tak akan pernah melakukan hal buruk itu
Cewek : Maukah kau menciumku??
Cowok : Ya
Cewek : Sayangku...

Setelah 10 tahun menikah....

Cewek : Sayangku...
Cowok : Ya
Cewek : Maukah kau menciumku??
Cowok : Tidak !! Aku tak akan pernah melakukan hal buruk itu
Cewek : Apakah kau pernah selingkuh?
Cowok : Tentu !! Selamanya akan tetap begitu
Cewek : Apakah Kau mencintaiku?
Cowok : Tentu Tidak!!Jangan pernah kau berpikiran seperti itu
Cewek : Apakah kau rela kalau aku pergi?
Cowok : Akhirnya aku sudah menunggu saat ini tiba sejak lama

Selanjutnya.."PERJANJIAN PRANIKAH"

Menjadi Kenyataan

Selasa, Januari 13


Akhirnya di awal tahun ini saya bisa mewujudkan salah satu keinginan yang terpendam selama berbulan-bulan. Keinginan itu adalah memiliki HP yang bagus dan canggih, yakni Nokia E71. Saking saya kesengsem sama hp itu, gambar hp yang saya peroleh dari internet saya print dan saya tempel di beberapa sudut rumah yang strategis seperti di ruang makan, kamar tidur dan bilik termenung (WC-red) dan sebagai pajangan di meja kerja. Alasannya sih seperti para tutor di MLM yang menyatakan.., ”pasanglah gambar yang saudara inginkan. Itu sebagai pemicu dan pemacu saudara untuk memilikinya.” Dan akhirnya kesampaian juga. Menunggu berbulan-bulan karena menunggu harga turun. Yang tidak kesampaian adalah memiliki Sandra Dewi walau gambarnya sudah saya pasang dimana-mana....., termasuk di WC.

Selama beberapa hari saya membedah jeroan E71, makanya sedikit malas ngeblog. He he he. Ternyata …, sangat mumpuni dan canggih. Sampai saya menganggap bahwa pembelian benda itu merupakan pembelian benda terbaik yang pernah saya beli. Bayangkan.....email ndak perlu di retrive dulu.., langsung muncul layaknya SMS. Begitu sebaliknya.., mengirim email semudah kirim SMS. Saya yang sering kerja luar kantor, sangat terbantu sekali. Bila harus meng-SMS ribuan kata.., jatuhnya mahal bro. Dengan penggunaan email, cukup 100 perak..., maka berita sudah sampai kantor dan siap diedit.

Cukup?????.., belumlah. Satu hal yang bisa dinikmati dalam paket pembeliannya adalah Nokia sudah menyertakan aplikasi Advance Call Manager. Kegunaannya adalah untuk memblokir panggilan yang tidak dikehendaki. Misalnya memblok nomor TTM saat kita sedang bersama keluarga. Namun aplikasi ini kurang mumpuni karena bila kita memanggil ponsel yang menggunakan aplikasi ini maka akan seperti di reject. Lalu solusinya apa??

Gampang. Buka saja situs www.crazy4mobilez.com, di situs ini ada aplikasi blacklist buatan pihak ketiga. Downloadnya pun cepat karena hanya 300 kb, dan sudah disertai keygen untuk register. Aplikasi ini cukup bagus karena bisa memblokir dengan nada sibuk. Sayang, belum bisa memblokir SMS seperti aplikasi serupa untuk N73. Namun cukuplah memblokir nomor TTM.

Lainnya???

Ponsel dengan kamera 3,2 pixel ini cukup bagus untuk membidik momen berharga di depan mata lalu disharing melalui email ataupun MMS. Saya belum mencoba untuk memposting di blog. Mungkin suatu saat bisa melakukannya. Sementara pemutar musik maupun video sangat bagus dan bersuara jernih. Hanya kekurangannya adalah tidak bisa mengedit gambar atau video seperti di N82 misalnya. Namanya juga ponsel bisnis, maklumi sajalah. Toh kekurangan itu bisa tertutupi dengan kinerja sempurna aplikasi kerja kantoran.

Selanjutnya.."Menjadi Kenyataan"

SOK PUITIS…...

Jumat, Desember 5

Entah mengapa ….

Selalu saja ada gundah merasuki sukma. Setan mana yang mulai menari-nari dalam benakku, seolah mengejek dan mencobai aku. Bukankah aku sudah melupakanmu..., bukankah aku sudah memberikan pernyataan maaf berjuta kali hingga kering tenggorokannku. Membuat lidahku kelu mengucapkan kalimat yang sama berulang kali. Belum pernah rasanya..setan kecil menari-nari hingga berhari-hari. Biasanya..cukup dengan mengatupkan kelopak mata dan menggumamkan senandung Ilahi, maka setan itu tercerai berai ketakuan. Kekuatan mana lagi yang menambahi energi setan hingga mau mengganggui aku lama-lama.

Mungkinkah kesalahanku begitu bertumpuk hingga susah untuk ditata kembali, diatur dan atau bahkan dimenej. Bukankah kesalahan itu bisa terhapuskan dengan niat tulus dan berjuta kesungguhan. Bukankah kesalahanku sudah dipeti es-kan hingga tak lagi maju ke persidangan hidupku. Bukti baru apalagi yang diajukan setan..hingga bersikukuh menjumpai aku. Bukankah setan itu telah lama menghilang dari peredaran hidup..kenapa lagi muncul dengan semangat baru...bahkan menggebu.

Mungkin ini adalah karma atas kesalahan yang berulang bak musim hujan dan kemarau yang selalu hadir setiap tahun. Namun.... ,nampaknya kesalahan tak mengenal musim. Anomali cuaca yang kini melanda seolah tak mampu menghadang ejekan dan cibiran setan kecil yang sekilas nampak rupawan dan memabukkan. Setan tetaplah setan ...selalu bisa datang dan langsung menghadang ...tinggal aku yang meradang ...bah!!!

Relung-relung hati yang pernah berwarna pink dan biru kini mulai koyak dan tercampur warna jelaga. Padahal rasa indah itu sudah kukunci rapat-rapat dalam dada agar harumnya abadi dalam jiwa. Kenapa perlahan dan pasti rasa indah itu merembes tak bersisa. Setan mana lagi yang mencoba mencibiri aku....???

Dasar setan..kaucampakkan diriku........

Awal Desember .......

Selanjutnya.."SOK PUITIS…..."

MEMENUHI JANJI

Kamis, Desember 4

Posting kali ini adalah pemenuhan janji saya kepada mbak ayu Riema Ziezie yang telah sudi memberikan award. Cuma herannya mbak Riema ya, giliran award gokil kok diberikan kepada saya. Ndak masalah sih.., saya ndak akan protes atau klarifikasi, walaupun dengan begitu saya sudah benar-benar dianggap gokil. Hi hi hi. Biar saya dianggap lebih gokil lagi, saya copas fotonya mbak Riema sekalianlah.., terus dipasang diblog saya. Maaf mbak, tanpa seijin dirimu. Namanya juga gokil. Harapannya sih, semoga blog saya semakin ramai dibezuk. Ngak ngak ngak. Selain itu,…..mbak Riema ini menuntut untuk menuliskan tentang kenarsisan saya. Padahal itulah saya mbak. Itu bukan dibuat-buat. Itu sungguh-sungguh. Masa kejujuran dianggap gokil. Atau kejujuran sudah dianggap langka sehingga perlu dilestarikan dan diberikan award. Gokil Award pula. He he he.Yo wis. Tak penuhi tuntutan mbak Riema ini. Tapi ini bukan cerita narsis lho.

Betis dan Ken Arok

Saat saya SMA, kebetulan jalan depan rumah saya di Jogja merupakan jalur pelintasan para siswa menuju sekolah. Ketika itu saya sudah kelas 2. Dalam perjalanan waktu.., saya naksir anak kelas 1, gadis manis yang sederhana. Dia pergi-pulang menggunakan sepeda onthel. Karena jalur pelintasan itu maka suatu pagi saya dengan sengaja menungguinya untuk membonceng karena itulah cara terakhir yang mungkin berhasil setelah berbagai cara telah gagal. Pas melintas..., saya pura-pura pincang dan memanggilnya. Dia menoleh dan menanyakan ada apa. Lalu dengan mimik serius cenderung bloon saya meminta tolong agar bisa memboncengnya karena bla bla bla. Tuhan betul-betul menolong saya. Akhirnya saya dibonceng oleh gadis manis pujaan hati.

Dalam perjalanan menuju sekolah.., dari boncengannya saya bisa membaui keringatnya. Hmmm, sungguh ... bau keringat gadis itu memabukkan hingga melampui langit ke tujuh. Dan yang lebih membuat jantung berdebar-debar adalah tatkala secara tak sengaja melihat betisnya yang indah, mengayuh pedal sepeda naik turun. Memperlihatkan otot betisnya. Sangat mempesona. Saya jadi teringat pelajaran sejarah.......,. gara-gara betislah Ken Arok mencintai Ken Dedes, dan mau berbuat apa saja demi cintanya. Oh... !!!! Ternyata sejarah berulang dengan caranya sendiri.

Selanjutnya.."MEMENUHI JANJI"

BERPIKIR NARSIS

Rabu, November 26

Akhirnya genap sudah 50. Membanggakan? Tentu ..., itu bila diukur dari sudut usia makhluk hidup. Tapi bila tolok ukurnya adalah jumlah postingan..., he he he. Sungguh mengecewakan, saya iri sama blogger yang telah memposting hingga ratusan dan memiliki blog lebih dari satu. Bagi saya ..jumlah bukan ukuran, yang penting bisa berekspresi diri, syukur kalau ada yang mengomentari tulisan asal jeplakku. Kalau tidak ada ya tidak masalah. Minimal saya bisa menertawakan diri sendiri. Ha ha ha ha. Mumpung larangan tertawa belum diberlakukan dengan Perda atau bahkan difatwakan oleh MUI. Seperti rencana fatwa rokok itu...lho.

Untuk narsis ke-50 ku itu, saya mendapat award dari diriku sendiri dan tidak akan berbagi award dengan sahabat maya. Egois ...bisa jadi. Pelit ..boleh jadi. Egois dan pelit ... emang iya. Biarlah award dari diriku ini menjadi penyemangat untuk berblog ria dan menyapa para sahabat maya. Dalam perjalanan maya, saya menemukan dan mendapatkan beribu pengalaman dan pembelajaran arti sebuah persahabatan dan arti kehidupan. Bahwa kehidupan memerlukan persahabatan (silaturahmi) itu betul dan kehidupan akan lebih bermakna bila diisi dengan persabahatan. Itu lebih betul lagi.

Saya membuat blog News Kidding On The Blog ini bukan tanpa alasan. Sederhana sekali alasannya, karena saya ingin asal tulis, asal ngomong, tanpa harus melalui editor bahasa. Karena dalam mempublikasikan berita perlu editing sehingga isi berita tetap fokus dan terhindar dari somasi. Maka..blog ini membalikkan kaidah penulisan yang baik dan benar. Bila Yus Badudu tahu, bisa menangis beliau. Tapi saya akan bisa berkilah kok.., ah pak Yus ini ga gaul deh.

Rencana berkilah itu adalah pengalamanku sendiri sih. Beberapa bulan yang lalu, kata ”ga gaul” pernah saya denger tidak langsung dan membuat hati saya panas. Kenapa...saat saya keluar ruangan kerja, mendapati laskar pers sedang asik nge-blog, nge-chat, nge-plurk dan game on line. Pikiran saya saat itu ..............pemborosan dan korupsi waktu. Saat saya ber bla-bla-bla didepan mereka, terdengar cetusan ”ga gaul” itu dan terlontar dari laskar pers-wati yang berparas menarik. Luruh sudah rasa panas di dada. Maklum .., yang ngomong itu perempuan. Coba kalau lelaki …sudah aku get out. Sebagai orang yang arif dan bijaksana, lalu saya mencoba untuk mendekatkan diri dengan para laskar. Biar dibilang ngertiin dan memahami jaman. Akhirnya ..ya saya terdampar kedalam kerasnya kehidupan maya. Ternyata ngeblog itu baik ya.

Mulai saat itu saya asik ngeblog saat jam kerja. Awalnya sih asal masukkin aja.., namanya juga menghindari sebutan katro, ga gaul, gaptek dll. Kemudian saya melihat banyak para blogger yang memiliki template yang asik-asik sesuai dengan karakter dan misi blognya. Dimulailah saya kecanduan ngeblog…. , gonta-ganti pasangan eh template. Kunjungi blogger hebat yang memuat tutorial . Dan ternyata ngeblog itu asik ya.

Salah satu kebebasan ekspresi diri adalah memanfaatkan Sandra Dewi sebagai sasaran kemarahan, sasaran kesedihan, kebahagian dan lain-lainnya. Biarlah saya dianggap sebagai pemuja rahasianya. Tuduhan itu benar adanya dan bukan fitnah. Kadang..sayapun melakukan onani pikiran terhadapnya. Mudah-mudahan Sandra Dewi pun tahu sehingga mengalami orgasme pikiran. Ha ha ha ha. Narsis banget sih gue. Au ah lap.

Selanjutnya.."BERPIKIR NARSIS"

Dipaksa “Gokil”

Senin, November 17

Usai lakukan rutinitas dari pagi hingga sore hari, kegiatan menjelang ke peraduan adalah melakukan ritual maya. Sebetulnya, ritual maya dilakukan sepanjang pagi dan sependek malam. Dalam rutinitas, saya mencuri-curi waktu melakukan ritual maya. He he.., biar anak buah tidak tahu sih… Apa kata dunia kalau pimpinannya nyambi nge-blog, ngi-mail, nge-plurk, nge-chat dan aktivitas maya lainnya pada jam kerja. Bukan contoh yang baik memang. Tapi kenapa ya…, rutinitas saya harus diselingi ritual itu dan mungkin telah akut hingga stadium IV. Belum plong rasanya bila tidak melakukannya.

Jelang sore hari, saya mengintip blog yang memang selalu on-line dan cuma disembunyikan dibalik dokumen ataupun editan berita. Dalam box-klik saya dikunjungin oleh mbak ayu Lyla..katannya saya harus mem-posting 5 hal yang ter-gokil sambil diming-imingi award gokil. Hmmm.., padahal mbak Lyla ya, hidup saya ini sudah gokil lho. Gimana ga gokil, harga-harga sudah melambung tinggi, katanya penyesuain dengan dollar. Gimana ga gokil, anak buah semuanya gokil. Lha bosnya pasti gokil he he he. Gimana ga gokil bila nara sumber selalu bilang no comment atau belum ada petunjuk. Gimana ga gokil, cara berpakaian pada saat sekarang ini harus rapi dan necis. Kalau sedikit menyesuaikan profesi wartawan yang norak dan kusut bisa-bisa kena razia preman. Ah ... Indonesia Bisa berubah menjadi Indonesia Gokil.

Tetapi.., demi keadaan gokil dan kehidupan gokil ini, saya menerima paksaan dari mbak Lyla untuk menuliskan apa-apa yang paling gokil. Begini gokilnya:

Pertama: Gokil
Baru kali ini saya menulikan kata ”gokil” sebanyak 15 kali. Hanya dalam 3 paragraf pula.(termasuk judul). Hmmmm, gokil rasanya.


Kedua: Cinta 1 Semester
Saat sekolah di SMA 8 Jogjakarta, saya pernah dijulukin Cinta 1 Semester. Karena setiap semester baru harus mempunyai cewek baru. He he he.., nostal-gokil SMA memang terlalu indah untuk dilupakan. Jika ada produser yang mau men-sinetronkannya, bakalan meledak deh. Pasti yang usai menonton bilang ” wah gue banget tuh”.

Ketiak eh ketiga: Berbagi Sleeping Bag
Saat kuliah di Jogja, saya hobi mendaki gunung. Kala itu tahun 1995, masih di jaman totaliter Soeharto saya berempat mendaki gunung Semeru. Jelang sore hari di danau Ranu Kumbolo, kami telah menyiapkan sleeping bag masing-masing dan api unggun untuk menghangatkan udara sekitar. Tak lama kemudian, datang serombongan pendaki dari Bandung. Singkat cerita, suhu pada saat itu hampir mendekati titik beku dan diantara mereka ada satu pendakiwati tidak membawa sleeping bag. Teman-temannya hanya membawa sleeping bag yang kecil. Dan...demi solidaritas sesama pendaki dan agar pendakiwati itu tidak mengalami hypothermia maka saya menawarkan untuk berbagi sleeping-bag bersama. Suprise..., pendakiwati itu bersedia. Upssss. Jangan ngeres yah. Kami hanya beradu punggung kok. Cuma ga bisa tidur karena keasikan ngobrol. Mulai dari perkenalan diri masing-masing hingga lainnya. Ah...gokil yang menyenangkan.


Keempat: Paket Oversize Amoh dan Bodol
Jelang Soeharto menyatakan berhenti dari jabatannya, ada salah satu kampus di kawasan Ring Road Utara tidak pernah melakukan demo. Sesuai dengan kesepakatan teman-teman, mereka harus diganjar dengan sebuah paket berupa BH dan celana dalam (CD) wanita. Dan saya ketiban sial untuk membeli paket itu. Wah..., otak mulai bermain dan sangat sayang bila uang dibelikan CD dan BH, mending disimpan buat nambahin logistik untuk demo-demo selanjutnya. Akhirnya,, saya punya ide gokil, minta CD dan BH amoh dan lusuh dari mbok Mardjo.., langganan tempat kami nongkrong deket kampus biru. Awalnya memang sempat marah-marah tuh, namun dengan trik-trik rayuan playboy cap kambing dan disertai dengan sedikit ancaman boikot tidak makan diwarung sego pecelnya, maka dikabulkanlah permintaan tulus itu. Nah..., paket ekonomis akhirnya sampai juga ke mereka. Rasain ....dapat paket oversize yang amoh, bodol, bolong, lusuh dan tengik. Oh ...mbok Mardjo ...., simbok pancen oye.

Kelima: Single Mission Imposible
Akhir Desember kemarin, saya sempet ke Batam. Biasalah ada penugasan liputan di sekitar perbatasan, karena saat itu lagi ramai-ramainya penyelundupan BBM dan pasir laut ke Singapura. Dalam liputan itu saya banyak mendapatkan fakta bahwa negara kita bener-bener dikerjaian oleh negera liliput itu. Dalam skala mikro, Batam seperti tergantung dengannya. Perasaan jengkel, marah dan gemes bercampur aduk menjadi satu. Dan muncullah ide gila itu. Saya meminta tolong kepada pewarta lokal untuk membuatkan KTP Batam dan saya berencana melakukan infiltrasi ke negara pulau itu dan menge-bomnya. Tidak sampai 2x24 jam KTP seharga 200 ribu selesai sudah. Single Mission Imposible alias misi tunggal harus dituntaskan. Pagi hari pukul 06.00 pagi saya sudah berada di pelabuhan Batam Center, tak lama kemudian kapal ferry berangkat menuju Singapura. Hitungan waktu kurang dari 1 jam tiba di Singapura. Usai itu, saya lalu melakukan pengamatan detail sekitar pelabuhan. Dan akhirnya menemukan apa yang saya cari. Toilet. Tempat yang sangat sempura untuk pemboman tunggal. Ya...saya sudah ngencingin dan berak (baca: ngebom) di Singapura. Misi pemboman tunggal berhasil dilaksanakan, tinggal jalan-jalan ke Orchid Road dan sebelum jam 08.00 malam tiba di Batam Center. Misi berhasil.


Selanjutnya.."Dipaksa “Gokil”"

Wawancara Imajiner Dengan Sandra Dewi

Senin, Oktober 27

Sempat ada pertanyaan, foto siapakah ini gerangan. Perlu dipertegas dan diperjelas bahwa wajah cantik ini adalah Sandra Dewi (SD). Kenapa Sandra Dewi? Karena suka aja. Banyak hal yang bisa diceritakan tentang SD, seolah tidak habis-habisnya. Mulai dari kesukaannya mengikuti trend rambut saat ini dengan ber-poni ria bak Dora, menekuni dunia maya untuk menyapa Sanders (sebutan fans SD), hingga bicara masalah terkini. Artis yang masih enggan nyaleg ini untuk sementara ber-jomblo ria. Selain masih ingin begitu, juga ingin memberikan sisa waktu lajangnya buat orang tua tercinta. Jomblowati nan cantik ini juga suka berbicara tentang sepak bola, sebuah dunia yang masih langka digemari oleh para wanita.

Dengan begitu banyak cerita tentang SD, saya telah melakukan wawancara imajiner dengannya. Banyak yang dituturkan oleh SD, tentang kehidupannya dan tentang pekerjaannya. Postingan wawancara ini telah mengalami proses editing berulang-ulang.

Pagi mbak Sandra. Wah maaf yah, janji saya untuk datang jam 10 pagi sudah dilanggar. Maklum, selain saya ingin segera bertemu dengan mbak Sandra, saya juga takut kalau dijalan macet. Maklumlah, Jakarta sudah macet dimana-mana. Semoga mbak Sandra tetap mau diwawancarai walau waktunya sedikit maju.

“Ah nggak papalah. Saya malah senang, ada yang menemanin saya sarapan. Saya mandi dulu ya, baru bangun neh. Tuh saya masih acak-acakan.” tuturnya sambil menyibakkan rambutnya yang legam dengan anak rambut terjurai indah menutupi sebagian pipi cabinya yang putih mulus. Ah...lelaki mana yang tidak memuja mu).

Pagi itu Sandra Dewi tetaplah Sandra Dewi, yang berpenampilan menarik walau baru bangun tidur. Kata orang sih, jika ingin melihat perempuan cantik caranya ada dua. Cara pertama, lihatlah pada pagi hari saat perempuan itu bangun tidur. Cara kedua?? saat perempuan itu sedang orgasme. Halah.

Sambil menunggu mbak Sandra mandi, saya sudah persiapkan bahan wawancara, lalu menyiapkan kamera walau cuma poket (nggak modal pisan ya. Mau beli camera SLR ga ada duit, mo beli powershot G10 masih mahal belum lagi terkena imbas rupiah yang melemah. Nasib-nasib)

Usai bermanjakan diri di kamar mandi, sesaat SD melongok ke ruang tamu, menyapa dengan senyum dan tatapannya yang innocent. Seolah meminta maaf karena bermandi ria terlalu lama. (dalam hati sih nggak masalah, karena dari bilik mandinya SD bersenandung lirih menyanyikan lagu Aku Mau-nya Once. Lagu yang sangat aku suka dan selalu kulantunkan menjelang tidur…..aku mau mendampingi dirimumu…aku mau cintai kekuranganmu… selalu bersedia bahagiankanmu apapun yang terjadi bla bla…bla)

Usai mandi, SD mengajaku sarapan pagi. Cukup setangkup roti tawar plus kopi mix. Lebih dari lumayan untuk mengganjal perut yang sudah berteriak minta dipasok makanan. Sambil menyantap pagi, SD menyapa fans-nya melalui situsnya di http://sandradewi.seleb.tv

”Saya sengaja membuat blog agar silaturahmi dengan penggemar tetap terjaga sekaligus pula untuk menjaga image saya karena pernah ada wajah saya dipasangkan dengan tubuh telanjang milik orang lain. Kecewa jelas iya, karena tubuh saya lebih seksi kenapa harus tubuh orang lain. He he he he ..., ” ujarnya sambil memeletkan lidahnya. (persis sama dengan kesukaan saya, memeletkan lidah. Ah Dewi ...dewi, lelaki mana takkan luluh melihat kepolosanmu ....)

Entahlah, kali ini saya blank. Daftar pertanyaan yang telah kusiapkan hilang dari ingatan. Gantinya adalah keterpesonaanku dan kekagumanku. Dalam kegagapan itu, ternyata ada sisi positifnya. Pertanyaan awal yang tidak lazim ditanyakan pada seorang artis top begitu terlontar dari bibirku yang menghitam akibat mengkonsumsi rokok berlebihan.

”Mbak SD sudah punya pacar belum” tanyaku sambil memutar jari jempol tangan kanan berulang-ulang seperti murid yang takut dimarahi bu guru.

Mbak SD malah memeletkan lidahnya kembali. Ah ...SD, tidakkah engkau tahu, aku terlampau lemah dengan perempuan yang suka memeletkan lidah. Terlalu lemah malah.

”Belum kepikiran tuh”, tegasnya. Aku sih masih ingin menikmati kesendirian dulu. Jodoh takkan lari kemana. Sekarang gue ingin berkarir dulu dan menyenangkan kedua orang tua di Bangka.

Mendengar kata ”gue”, aku seolah lepas dari himpitan beban jutaan ton di dada. Istilah gue telah mencairkan suasana yang tadinya kaku menjadi renyah. (makasih Tuhan, mahkluk sempurna itu sekarang tepat di depanku).
Saat ditanya kegiatan sehari-hari yang berkaitan dengan pekerjaan, SD malah menolak secara halus. ”Mas, ngobrol aja yuk. Mas kesini bukan untuk wawancara khan!!!. (gubrak......., mimpi apa gue semalam).

Mbak kok nggak ”nyaleg”, seperti artis lain. Tanya saya sambil nyruput kopi mix buatan SD. Aksi sruput itu minimal dapat menutupi rona mukaku yang merah jingga campur pink campu hijau. Halah.

”Nyaleg??”...., nggak lah. Gue khan bukan politisi. Biarlah negara ini diatur oleh orang yang sudah pandai berpolitik. Politik khan butuh pengetahuan luas, minimal memahami per undang-undanga. Gue mah masih blank, mas”, tandasnya sambil mengulum senyum. (ah ...senyum yang terindah yang pernah aku lihat dari seorang Dewi. Bagaimana lelaki tidak akan bertekuk lutut).
Saat obrolan menyrempet tentang hobi, terlontar dari bibir ranumnya yang selalu basah bahwa SD suka nonton bola.

Mbak SD suka nonton bola? tanyaku. ”Oh... suka banget. Apalagi kalau MU yang main, gue jabanin sampai pagi.” SD menyambar pertanyaanku sambil menyruput kopi mix buatannya. (pemandangan luar biasa secara tidak sengaja dipertontonkan SD saat bibirnya mulai menempeli pada bibir cangkir. Mudah-mudahan aksi ini bukan kategori aksi pornografi maupun pornoaksi yang diperdebatkan. Masa harus minum pakai sedotan. Nyang mboten-mboten aja)

Kenapa suka MU? (tanyaku seolah tidak tahu kehebatan MU).

MU jarang kalah dan selalu memainkan pola menyerang, baik saat bermain di kandang maupun di tandang. MU selalu mempertontonkan sebuah irama permaianan yang selaras, cuma sayangnya saat ini tidak ada pemain tengah yang sehebat Roy Keane. (walah....., pemerhati bola juga ternyata. Seru nih buat temen begadang main bola eh nonton bola)
Sambil menyalakan rokok Malrboro merah kesukaan, aku bertanya lagi. Tanggapan mbak SD tentang RUU Antipornografi dan anti porno aksi gimana?

“Lebih baik kembalikan saja ke KUHP”. Tegasnya. Sepertinya energi para politisi negara ini habis tercurah pada hal yang sebetulnya sudah diatur. (bener juga yah…, kenapa anggota dewan yang terhormat mengatur kehidupan para wanita indonesia, sementara kehidupan para lelaki indonesia tidak diatur. Toh kebejatan di otaki oleh lelaki, lha wanitanya yang menjadi obyek penderita…)

Kalau melihat penyanyi dangdut bergoyang aduhai di tv, apa tanggapannya? … Gue sih nggak begitu suka nonton dangdut. Kalau denger sih iya, karena kadang pas lagi shoting ada kru yang menyetel lagu dangdut ya terpaksa denger. (ah …diplomatis banget sih jawabnya…, smart girl).
Mbak, saat ini masyarakat kita sedang demam Obama. Gimana tanggapannya?

Obama khan pernah tinggal di Indonesia, jadi mungkin romantisme dia menjadi faktor ketenarannya. Bila melongok serba pertama, emang iya. Obama-lah calon presiden kulit hitam pertama di Amrik sana. Ini juga yang menjadikan dia lebih tenar lagi. Namun kubu republik juga tidak kalah manuvernya. Dipasangkannya Sarah sebagai calon wapres menjadikan dia yang pertama dari jenis kelamin wanita. Tinggal bagaimana tim suksesnya mengemas kelebihan gender itu sebagai faktor penguatnya. Dalam bahasa kerennya sih tebar pesonanya. He he he.

(waduh ..., mengamati perkembangan dunia cah ayu iki).

Lanjutnya pula. Sebagai wanita saya pasti akan lebih memilih wanita sebagai pemimpin. Lebih asik aja, toh dalam UU Pemilu kita juga mensyarakat agar parpol mencalonkan minimal 30% keterwakilan perempuan. (halah. Mulai bicara politik dan ber-orientasi politik).

Dan sambil tersenyum manis, SD bertanya balik sama saya. ”Mas.., kira-kira warga keturuan boleh jadi presiden ga???

Tuing ..tuing.

Mmm. Boleh kok. Di UUD 1945 hanya menyatakan WNI kok. Ga ada embel-embel suku apa, etnis apa, agama apa, lahir dimana. (eh bener ga sih???, ntar gue jawabnya salah khan malu.., di depan makhluk cantik pula). Kalau mbak nyaleg atau nyapres saya pasti coblos kok.!!!!

Obrolan kami cukup lama. Habis berbatang-batang rokok, bosan tak jua datang. Ketagihan yang kurasa. Ketagihan akan tutur sapanya, senyumnya dan meletnya.

Namun bagaimanapun juga setiap ada perjumpaan pasti ada perpisahan. Dan kami sepakat untuk bersantap siang bersama untuk menghakhiri perjumpaan.

Eh…, mbak.., sebelum kita cari makan siang, Kira-kira apa pesan dan kesan mbak SD?? Biar para Sanders tahu.

Ingat.., jangan pernah menyerah dengan keadaan. Keadaanlah yang harus dirubah.

Dan stop bila lampu sedang menyala merah.


Selanjutnya.."Wawancara Imajiner Dengan Sandra Dewi"

AURA KASIH

Jumat, Mei 2

Memiliki latar belakang sebagai finalis miss Indonesia 2007, Aura Kasih meramaikan belantika musik Indonesia sebagai penyanyi solo wanita. Kecintaannya pada dunia musik dari segala macam genre membuatnya semakin serius bermusik sambil menulis lirik. Dengan title “Malaikat Penggoda” Aura berani meluncurkan album yang dimotori oleh Universal Music Indonesia.


Pesona gadis cantik berambut panjang ini semakin keluar dengan warna musik Pop, Reggae, Dancehall, dan Rock. Suara merdu Aura dapat didengarkan pada sepuluh lagu yang ada di albumnya, seperti Harta Cinta, Tergila Padamu, Memori, Mata Keranjang dan Puncak Asmara.

Influence bermusik Aura datang dari Baby Charm, Bounty Killer, Lady Saw, Shaggy, Dawn Pen, The Aggrolites, Sublime dan masih banyak lagi. Walaupun baru merilis album, tapi Aura sudah mendapat sambutan baik. Gadis seksi ini patut merasa bangga karena dipilih sebagai MTV HOT SEAT ARTIST bulan Maret dan April 2008.

Selanjutnya.."AURA KASIH"
Image hosted by servimg.com

  © Blogger Template News Kidding On The Blog by Bagus Pras 2010

Back to TOP