Tampilkan postingan dengan label Humor Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Wanita. Tampilkan semua postingan

Be A Romantic Man

Jumat, Maret 6

Maafkan aku.., bila selama ini memaksamu untuk menungguku. Entah apa yang berkecamuk dalam perjalanan kita, namun tetap saja tak berkesudahan dengan cerita yang indah.

Rangkaian waktu demi waktu yang dirancang tak jua menjadi satu waktu yang indah. Adakah dirimu dihinggapi rasa bosan yang amat sangat???

Maafkan jika dalam setiap perjumpaan, suasana tak romantis seperti cerita picisan ala bollywood selalu saja hadir. Padahal puluhan cerita cinta dan sinetron bertema cinta ala remaja telah kulalap dan kulihat. Toh semuanya tak menjadikan aku lelaki romantis yang digilai para gadis. Kegagalan menjadikan diriku lelaki romantis tak menyurutkan langkahku untuk mendekatimu dan menundukkanmu.


Pernah dulu aku coba mencuri perhatianmu lewat sms nakal yang berulang-ulang yang kukutip dari roman picisan. Katamu ...”garing banget”. Pernah juga kukirimi sms puisi cinta yang kukutip dari Khalil Gibran... “ Setiap lelaki mencintai dua orang perempuan, yang pertama adalah imaginasinya dan yang kedua adalah yang belum dilahirkan”. Lalu jawabmu..., imajinasimu terlalu sederhana untuk menguraikan denting jiwa yang mulai terkatup perlahan. Ah........

Dan..., kukirimi lagi dari Khalil Gibran “Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu… Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”. Jawabmu...”jangan bawa-bawa kayu segala, apalagi tentang awan dan hujan. Jakarta bisa banjir”.

Selanjutnya.."Be A Romantic Man"

Wawancara Imajiner Dengan Sandra Dewi

Senin, Oktober 27

Sempat ada pertanyaan, foto siapakah ini gerangan. Perlu dipertegas dan diperjelas bahwa wajah cantik ini adalah Sandra Dewi (SD). Kenapa Sandra Dewi? Karena suka aja. Banyak hal yang bisa diceritakan tentang SD, seolah tidak habis-habisnya. Mulai dari kesukaannya mengikuti trend rambut saat ini dengan ber-poni ria bak Dora, menekuni dunia maya untuk menyapa Sanders (sebutan fans SD), hingga bicara masalah terkini. Artis yang masih enggan nyaleg ini untuk sementara ber-jomblo ria. Selain masih ingin begitu, juga ingin memberikan sisa waktu lajangnya buat orang tua tercinta. Jomblowati nan cantik ini juga suka berbicara tentang sepak bola, sebuah dunia yang masih langka digemari oleh para wanita.

Dengan begitu banyak cerita tentang SD, saya telah melakukan wawancara imajiner dengannya. Banyak yang dituturkan oleh SD, tentang kehidupannya dan tentang pekerjaannya. Postingan wawancara ini telah mengalami proses editing berulang-ulang.

Pagi mbak Sandra. Wah maaf yah, janji saya untuk datang jam 10 pagi sudah dilanggar. Maklum, selain saya ingin segera bertemu dengan mbak Sandra, saya juga takut kalau dijalan macet. Maklumlah, Jakarta sudah macet dimana-mana. Semoga mbak Sandra tetap mau diwawancarai walau waktunya sedikit maju.

“Ah nggak papalah. Saya malah senang, ada yang menemanin saya sarapan. Saya mandi dulu ya, baru bangun neh. Tuh saya masih acak-acakan.” tuturnya sambil menyibakkan rambutnya yang legam dengan anak rambut terjurai indah menutupi sebagian pipi cabinya yang putih mulus. Ah...lelaki mana yang tidak memuja mu).

Pagi itu Sandra Dewi tetaplah Sandra Dewi, yang berpenampilan menarik walau baru bangun tidur. Kata orang sih, jika ingin melihat perempuan cantik caranya ada dua. Cara pertama, lihatlah pada pagi hari saat perempuan itu bangun tidur. Cara kedua?? saat perempuan itu sedang orgasme. Halah.

Sambil menunggu mbak Sandra mandi, saya sudah persiapkan bahan wawancara, lalu menyiapkan kamera walau cuma poket (nggak modal pisan ya. Mau beli camera SLR ga ada duit, mo beli powershot G10 masih mahal belum lagi terkena imbas rupiah yang melemah. Nasib-nasib)

Usai bermanjakan diri di kamar mandi, sesaat SD melongok ke ruang tamu, menyapa dengan senyum dan tatapannya yang innocent. Seolah meminta maaf karena bermandi ria terlalu lama. (dalam hati sih nggak masalah, karena dari bilik mandinya SD bersenandung lirih menyanyikan lagu Aku Mau-nya Once. Lagu yang sangat aku suka dan selalu kulantunkan menjelang tidur…..aku mau mendampingi dirimumu…aku mau cintai kekuranganmu… selalu bersedia bahagiankanmu apapun yang terjadi bla bla…bla)

Usai mandi, SD mengajaku sarapan pagi. Cukup setangkup roti tawar plus kopi mix. Lebih dari lumayan untuk mengganjal perut yang sudah berteriak minta dipasok makanan. Sambil menyantap pagi, SD menyapa fans-nya melalui situsnya di http://sandradewi.seleb.tv

”Saya sengaja membuat blog agar silaturahmi dengan penggemar tetap terjaga sekaligus pula untuk menjaga image saya karena pernah ada wajah saya dipasangkan dengan tubuh telanjang milik orang lain. Kecewa jelas iya, karena tubuh saya lebih seksi kenapa harus tubuh orang lain. He he he he ..., ” ujarnya sambil memeletkan lidahnya. (persis sama dengan kesukaan saya, memeletkan lidah. Ah Dewi ...dewi, lelaki mana takkan luluh melihat kepolosanmu ....)

Entahlah, kali ini saya blank. Daftar pertanyaan yang telah kusiapkan hilang dari ingatan. Gantinya adalah keterpesonaanku dan kekagumanku. Dalam kegagapan itu, ternyata ada sisi positifnya. Pertanyaan awal yang tidak lazim ditanyakan pada seorang artis top begitu terlontar dari bibirku yang menghitam akibat mengkonsumsi rokok berlebihan.

”Mbak SD sudah punya pacar belum” tanyaku sambil memutar jari jempol tangan kanan berulang-ulang seperti murid yang takut dimarahi bu guru.

Mbak SD malah memeletkan lidahnya kembali. Ah ...SD, tidakkah engkau tahu, aku terlampau lemah dengan perempuan yang suka memeletkan lidah. Terlalu lemah malah.

”Belum kepikiran tuh”, tegasnya. Aku sih masih ingin menikmati kesendirian dulu. Jodoh takkan lari kemana. Sekarang gue ingin berkarir dulu dan menyenangkan kedua orang tua di Bangka.

Mendengar kata ”gue”, aku seolah lepas dari himpitan beban jutaan ton di dada. Istilah gue telah mencairkan suasana yang tadinya kaku menjadi renyah. (makasih Tuhan, mahkluk sempurna itu sekarang tepat di depanku).
Saat ditanya kegiatan sehari-hari yang berkaitan dengan pekerjaan, SD malah menolak secara halus. ”Mas, ngobrol aja yuk. Mas kesini bukan untuk wawancara khan!!!. (gubrak......., mimpi apa gue semalam).

Mbak kok nggak ”nyaleg”, seperti artis lain. Tanya saya sambil nyruput kopi mix buatan SD. Aksi sruput itu minimal dapat menutupi rona mukaku yang merah jingga campur pink campu hijau. Halah.

”Nyaleg??”...., nggak lah. Gue khan bukan politisi. Biarlah negara ini diatur oleh orang yang sudah pandai berpolitik. Politik khan butuh pengetahuan luas, minimal memahami per undang-undanga. Gue mah masih blank, mas”, tandasnya sambil mengulum senyum. (ah ...senyum yang terindah yang pernah aku lihat dari seorang Dewi. Bagaimana lelaki tidak akan bertekuk lutut).
Saat obrolan menyrempet tentang hobi, terlontar dari bibir ranumnya yang selalu basah bahwa SD suka nonton bola.

Mbak SD suka nonton bola? tanyaku. ”Oh... suka banget. Apalagi kalau MU yang main, gue jabanin sampai pagi.” SD menyambar pertanyaanku sambil menyruput kopi mix buatannya. (pemandangan luar biasa secara tidak sengaja dipertontonkan SD saat bibirnya mulai menempeli pada bibir cangkir. Mudah-mudahan aksi ini bukan kategori aksi pornografi maupun pornoaksi yang diperdebatkan. Masa harus minum pakai sedotan. Nyang mboten-mboten aja)

Kenapa suka MU? (tanyaku seolah tidak tahu kehebatan MU).

MU jarang kalah dan selalu memainkan pola menyerang, baik saat bermain di kandang maupun di tandang. MU selalu mempertontonkan sebuah irama permaianan yang selaras, cuma sayangnya saat ini tidak ada pemain tengah yang sehebat Roy Keane. (walah....., pemerhati bola juga ternyata. Seru nih buat temen begadang main bola eh nonton bola)
Sambil menyalakan rokok Malrboro merah kesukaan, aku bertanya lagi. Tanggapan mbak SD tentang RUU Antipornografi dan anti porno aksi gimana?

“Lebih baik kembalikan saja ke KUHP”. Tegasnya. Sepertinya energi para politisi negara ini habis tercurah pada hal yang sebetulnya sudah diatur. (bener juga yah…, kenapa anggota dewan yang terhormat mengatur kehidupan para wanita indonesia, sementara kehidupan para lelaki indonesia tidak diatur. Toh kebejatan di otaki oleh lelaki, lha wanitanya yang menjadi obyek penderita…)

Kalau melihat penyanyi dangdut bergoyang aduhai di tv, apa tanggapannya? … Gue sih nggak begitu suka nonton dangdut. Kalau denger sih iya, karena kadang pas lagi shoting ada kru yang menyetel lagu dangdut ya terpaksa denger. (ah …diplomatis banget sih jawabnya…, smart girl).
Mbak, saat ini masyarakat kita sedang demam Obama. Gimana tanggapannya?

Obama khan pernah tinggal di Indonesia, jadi mungkin romantisme dia menjadi faktor ketenarannya. Bila melongok serba pertama, emang iya. Obama-lah calon presiden kulit hitam pertama di Amrik sana. Ini juga yang menjadikan dia lebih tenar lagi. Namun kubu republik juga tidak kalah manuvernya. Dipasangkannya Sarah sebagai calon wapres menjadikan dia yang pertama dari jenis kelamin wanita. Tinggal bagaimana tim suksesnya mengemas kelebihan gender itu sebagai faktor penguatnya. Dalam bahasa kerennya sih tebar pesonanya. He he he.

(waduh ..., mengamati perkembangan dunia cah ayu iki).

Lanjutnya pula. Sebagai wanita saya pasti akan lebih memilih wanita sebagai pemimpin. Lebih asik aja, toh dalam UU Pemilu kita juga mensyarakat agar parpol mencalonkan minimal 30% keterwakilan perempuan. (halah. Mulai bicara politik dan ber-orientasi politik).

Dan sambil tersenyum manis, SD bertanya balik sama saya. ”Mas.., kira-kira warga keturuan boleh jadi presiden ga???

Tuing ..tuing.

Mmm. Boleh kok. Di UUD 1945 hanya menyatakan WNI kok. Ga ada embel-embel suku apa, etnis apa, agama apa, lahir dimana. (eh bener ga sih???, ntar gue jawabnya salah khan malu.., di depan makhluk cantik pula). Kalau mbak nyaleg atau nyapres saya pasti coblos kok.!!!!

Obrolan kami cukup lama. Habis berbatang-batang rokok, bosan tak jua datang. Ketagihan yang kurasa. Ketagihan akan tutur sapanya, senyumnya dan meletnya.

Namun bagaimanapun juga setiap ada perjumpaan pasti ada perpisahan. Dan kami sepakat untuk bersantap siang bersama untuk menghakhiri perjumpaan.

Eh…, mbak.., sebelum kita cari makan siang, Kira-kira apa pesan dan kesan mbak SD?? Biar para Sanders tahu.

Ingat.., jangan pernah menyerah dengan keadaan. Keadaanlah yang harus dirubah.

Dan stop bila lampu sedang menyala merah.


Selanjutnya.."Wawancara Imajiner Dengan Sandra Dewi"

DI BALIK KESUKSESAN

Kamis, Mei 29

Tulisan ini terinspirasi dari tulisan sahabat saya yang dituangkan dalam blog-nya. Tulisannya menceritakan sosok wanita dibelakang suksesnya pria. Saya jadi ingin melongok para pria Indonesia yang sukses dan siapa wanita yang berada dibelakangnya sehingga ia menjadi sukses.

SOEKARNO.

Siapa tidak kenal dengan Soekarno. Menceritakan tentang sosok Soekarno tidak akan pernah habis. Banyak diantara kita yang memujanya hingga ada yang menganggap sebagai keturunan ideologis. Pertanyaannya adalah, wanita mana yang berperan dalam suksesnya Soekarno?? Hmmm, ..., saya jadi mikir. Siapa ya. Terlalu banyak wanita yang berada dalam lingkaran Soekarno. Saking banyaknya, untuk menyebut siapa saja keturunan biologis Soekarno-pun saya tidak mampu.

SOEHARTO.

Siapa juga yang tidak kenal dengan Soeharto. Sosok ini mempopulerkan istilah yang harus dipanuti para pendukung setianya. Wanita, Harta dan Tahta. 3 hal itulah yang ”dikreasi” oleh Sang Jendral sehingga mampu bertahan selama 32 tahun. Sosok wanita dibelakang Soeharto adalah Tien Soeharto yang setia menemani Soeharto memperoleh tahta dan harta dan mempertahankannya selama mungkin. Setelah Tien Soerhato berpulang, surut pula Tahta dan Harta. Pernah Soeharto diisukan memiliki wanita lain walau dalam perkembangannya sama sekali tidak pernah terungkapkan. Artinya, Soeharto sukses dengan Simpanan dan Simpenan.

HABIBIE.

Sosok ini sangat fenomenal.. Beliau juga yang mencetuskan istilah ”berpikir global, bertindak lokal” dalam menyikapi arus globalisasi dan pengaruh budaya barat. Gaya dan tutur bahasanya yang berlogat english, mengingatkan saya sama si imut Cinta Laura, ”yang becek karena gak ada ojek”. Teknokrat yang kemudian menjadi birokrat ini mulus menjadi presiden pengganti setelah Soeharto menyatakan berhenti. Selama hampir 3,5 tahun kepemimpinan Habibie hutang Indonesia sama dengan jumlah hutang di era Soeharto selama 32 tahun. Dan di era kepemimpinan Habibie juga Timor Timur lepas dari Indonesia. Lalu dari sudut mana Habibie dikatakan sukses sebagai birokrat. Kalau kurang sukses bukan berarti wanita pendampingnya tidak berperan. Jangan salahkan wanita pendampingnya, tapi salahkan pria yang salah dalam memilih pendamping. Wakakakakakak.

HIDAYAT NURWAHID

Kalau tokoh yang satu ini, menurutku lumayan sukses. Awal reformasi, menuntun Nur Wahid ke dunia politik praktis dengan mendirikan Partai Keadilan yang kemudian sulih nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Hidayat-pun berhasil menaikkan pamor PKS meraih 10% suara sehingga mampu mendudukkan dirinya menjadi ketua MPR. Dibalik suksesnya Hidayat, ada sosok wanita bernama Kastian Indriawati yang sangat berperan dalam perjalanan karirnya. Saking membutuhkan sosok pendorong kesuksesannya, Hidayat segera meminang wanita sebagai pengganti walau belum genap 3 bulan Kastian Indriawati berpulang ke rahmatullah.

GUS DUR.

Nyuwun sewu. Dengan sosok yang satu ini saya tidak berani melongoknya. Kalau saya tetap nekat, pasti akan ada munaslub membicarakan NKOTBT = News Kidding On The Blog Tandingan. Gitu Aja Kok Repot, Gus.




Selanjutnya.."DI BALIK KESUKSESAN"

Perempuan di Arab Saudi Diperlakukan Seperti Anak-anak

Sabtu, Mei 3


Belum lama ini, organisasi hak asasi manusia, Human Rights Watch, melaporkan perempuan di Arab Saudi diperlakukan seperti anak-anak agar saudara prianya yang mengambil keputusan. Dalam laporan terbarunya, HRW menuduh pemerintah Saudi mengorbankan hak dasar manusia agar kaum laki-laki tetap bisa menguasai perempuan. Organisasi itu juga mengkritik pemisahan secara ketat laki-laki dan perempuan di kalangan masyarakat Arab.


Sebelumnya, penyelidik PBB mengenai kekerasan terhadap perempuan, dengan melakukan kunjungan dengan berkeliling Arab Saudi menyebut bahwa perempuan menghadapi jalan buntu untuk keluar dari lingkungan yang penuh kekerasan.

Masalah itu juga yang menjadi perhatian HRW dalam laporannya setebal 50 halaman yang didasarkan pada wawancara dengan lebih dari 100 perempuan Saudi.

Disebutkan pula bahwa perempuan di Arab Saudi diperlakukan seperti anak-anak karena apapun yang mereka lakukan harus terlebih dahulu mendapat ijin dari sanak keluarga laki-laki.

Apakah itu untuk bekerja, bepergian, pendidikan, kawin atau bahkan yang sederhana sekalipun, seperti untuk mendapat perawatan kesehatan.

Arab Saudi merupakan satu-satunya negara di dunia yang melarang kaum perempuan untuk mengemudi.

Nah....., terkait masalah mengemudi, muncul fatwa 2 ulama terkemuka Arab Saudi yang menegaskan tidak ada unsur keIslaman dalam melarang perempuan untuk menyetir.

Menyambuti fatwa tersebut, ribuan perempuan Saudi belum lama lalu mengajukan petisi kepada Raja Abdullah agar mencabut larangan mengemudi kepada kaum perempuan.

Selanjutnya.."Perempuan di Arab Saudi Diperlakukan Seperti Anak-anak"

Kartini menangis..........!!!!

Selasa, April 22


Ah.....,
Apa yang kau tangisi bunda. Kenapa engkau menangisi kaum hawa? Kenapa bunda?
Engakau pasti menangis karena telah merasa bahwa derajat kaum hawa kembali tercampakkan kedalam jurang nista yang terdalam.

Engkau pasti meratapi nasib kaum hawa yang selalu dikotori dengan tangannya sendiri.
Engkau yang berjuang memberikan menara gading kehormatan kaum hawa, ternyata hancur berantakan berkeping-keping.

Sebuah kehormatan yang harus kembali dibangun dengan tetesan darah dan airmata para kaum hawa yang terseok dan tertatih dijalan mulia. Demi sebuah kehormatan...., bukan kemunafikan dan kekayaan duniawi.

Ahhhhh,...

Selamat ulang tahun Bunda Kartini,

Selanjutnya.."Kartini menangis..........!!!!"
Image hosted by servimg.com

  © Blogger Template News Kidding On The Blog by Bagus Pras 2010

Back to TOP