Selamat Ulang Tahun, Pak Tentara
Minggu, Oktober 5

Hari ini adalah tanggal 5 Oktober. Tentunya tanggal itu sangat bermakna bagi perjalanan bangsa ini. Tanggal itulah yang kini setiap tahunnya dirayakan sebagai hari jadi TNI. Lalu bagaimana kiprah pak tentara di era modern ini. Sebagai institusi penjaga republik tercinta ini, pak tentara dihadapkan pada perkembangan tehknologi militer yang semakin hari semakin canggih dan mahal. Bila merunut pada anggaran militer kita yang makin mengecil, kondisi ini semakin memperparah kondisi internal pak tentara. Kondisi ini berbanding terbalik dengan negeri liliput Singapura. Mereka memiliki armada perang yang sangat kuat. Pertanyaan yang mengelitik saya adalah kenapa negara kecil seperti Singapura perlu membentuk armada perang yang kuat???
Lalu bagaimana dengan pak tentara kita. Entahlah. Setelah mereka dinina bobokan di jaman orde Suharto dengan slogan dwi fungsi ABRI. Militer ada selalu dimana-mana, sehingga muncul istilah dikotomi Sipil-Milter. Yang sipil selalu berada dibawah milter. Saya tidak akan mengorek kesalahan pak tentara toh kondisi saat ini sudah berubah. Kini, pak tentara semakin arif menempatkan diri sebagai garda utama penjaga republik ini dari perpecahan dan ancaman dari luar. Namun dengan peralatan yang sudah kuno dan karatan, apa mampu membela negara ini?? Mengharapkan pertahanan semesta rakyat?? Kasihan rakyat. Selalu saja rakyat yang menjadi sandaran.
Ditengah upaya pak tentara menjadi abdi negara yang profesional, kini banyak kalangan rakyat jelata yang sok militeris. Katanya sih mereka dulu dibina oleh militer. Menggunakan atribut milter supaya gagah dan ditakuti lawan. Banyak satgas partai maupun ormas menggunakannya. Dan ada juga yang menggunakan istilah serem seperti fron pembela, laskar anu, satgas banteng miring bla bla bla. Namun juga ada milter yang ”nyempal” dan menggunakan atribut aslinya buat menakut-nakuti rakyat. Katanya mereka juga manusia, butuh uang untuk keluarga. Hmmmm...
Terkait hal diatas, saya pernah mendengar anekdot tentang dikotomi sipil-milter di jaman Suharto. Anekdot itu ”Banyak kalangan sipil yang sok militeris namun lebih banyak kalangan militer yang sok sipilis.”
Lepas dari itu semua, saya ucapkan selamat ulang tahun pak tentara. Baktimu selalu dinanti rakyat.