Tampilkan postingan dengan label Humor Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan

Golkar dan Nurdin

Kamis, Maret 10

Kenapa Golkar ngebet membela Nurdin Halid sebagai ketua umum PSSI. Bisa jadi, pertempuran antara Golkar dan Demokrat sudah merambah dunia olahraga. Selama ini, pertempuran berada di ranah pemerintahan dan parlemen, kini meluas hingga segala lini. Kembali ke pertanyaan awal, kenapa Golkar mati-matian membela Nurdin, karena Nurdin bak gadis molek dan bahenol sehingga harus dibela. Mau tau????







Selanjutnya.."Golkar dan Nurdin"

Mendadak Kangen Nurdin Halid

Saat ini saya lagi muak membaca atau melihat berita. Sebelumnya saya berharap besar terhadap SBY yang berencana akan memformat ulang koalisi di pemerintahan. Namun kenyataan berbicara lain. Golkar dengan pongahnya tetap berada di koalisi. Priyo Budi Santoso yang setiap berbicara menampilkan muka berak-pun dengan congkak mengatakan bahwa SBY menyerah kepada Golkar tanpa syarat. Hmmm, sebuah perilaku politik yang busuk. Berkoalisi di pemerintahan namun di parlemen menggerogoti kebijakan pemerintah. Kasus century dan hak angket membuktikan bahwa Golkar memiliki agenda lain. Kalau Century memang targetnya menggusur Sri Mulyani dari kabinet. Babak akhir balas dendam pribadi Ical terhadap Sri Mulyani. Dan si muka berakpun mengatakan bahwa Sri Mulyani menjadi ganjalan hubungan Ical dengan koalisi. Digusurnya Sri Mulyani, maka kata Priyo… “every body happy’. Happy ndas mu kuwi…..

Kemuakan saya semakin menjadi tatkala membaca bahwa pengurus PSSI tidak percaya atas pernyataan presiden FIFA yang mengatakan bahwa Nurdin tidak boleh mencalonkan lagi menjadi ketua umum PSSI. Bagaimana mungkin Dubes RI unuk Swiss berkata bohong dan memlintir pernyataan Slepp Blater tersebut.
Lalu…???? Emboh ahhhhh……….

Selanjutnya.."Mendadak Kangen Nurdin Halid"

ASBAK HITAMKU

Senin, Mei 10

Terbata-bata aku membaca kalimat demi kalimat yang mengalir begitu indah. Tak terasa belasan batang rokok menumpuki mulut asbak mungilku. Yah… asbak mungil itu yang selama ini menemaniku dalam keseharian, yang selalu setia tanpa bicara bahkan tanpa pamrih apa-apa. Asbakku itu sudah berusia 10 tahun, terbuat dari kayu hitam, kayu khas dari Poso, Sulawesi Tengah. Terkadang, aku mematikan rokok dengan menekan-nekan ujung bara api tatkala muncul kecemasan di dada atau aku menemunkan ide cemerlang yang segera dituangkan dalam bentuk tulisan. Ah… sungguh senang bila memiliki teman tanpa banyak bicara namun setia walau selalu ditekan-tekan, dikotori pula.
Yah… kesetiaan merupakan mahal harganya. Sebagai contoh ekstrim, kesetiaan terhadap koalisi menjadi acuan untuk merombak kabinet SBY-Boediono. Isunya, PKS dan PPP menjadi sasaran untuk dihapuskan dalam daftar koalisi pasca dilepasnya Sri Mulyani dari Menkeu. Kedua partai ini dianggap duri dalam daging, menohok kawan seiring, mengunting dalam lipatan dan makan tulang teman. Sungguh terlalu.

Hanya saja, kenapa Ical yang menjadi pemimpin koalisi dan sepertinya berperan sebagai Perdana Menteri dengan mengesampingkan Boediono. Seperti pernyataan Priyo Budi Santoso yang mengatakan bahwa bulan madu sedang bersemi, seolah memberikan gambaran utuh bahwa SMI memang didepak dari jabatan Menkeu karena menjadi momok bagi kelompok usaha Bakrie. Priyo juga menegaskan bahwa bisa saja dosa politik SMI diputihkan sekaligus mempeti es khan kasus Century. Enak aja lu….

Ah… mending merokok lagi dan bercengkerama dengan asbak yang selalu setia menemaniku hampir 10 tahun lamanya…. Asbak kayu hitamku dan bibir hitamku semoga tidak sama dengan perilaku politisi hitam.

Selanjutnya.."ASBAK HITAMKU"

Perbudakan Gaya Baru....

Senin, April 27

Akhirnya rasa penasaran terlampiaskan sudah. Setelah disuruh-suruh temen sekolah dulu.., saya terpaksa ikutan ngepesbuk. Ternyata...sebagai pemula..., ngepesbuk sangatlah mudah. Tinggal masukin account email kita... (sembarang email apa saja), lalu kasih nama kita, asli maupun palsu boleh..., lalu setting profile.. bla bla. Beres? Belum..., untuk mengoptimalkan fungsi pesbuk sebagai jejaring sosial..kita perlu beranjang sana, istilahnya add.., entah dengan temen yang sudah dikenal maupun belum. Biasanya sih langsung di approve..., karena ada kebanggan jika temennya telah mencapai ribuan. Entah kenal atau nggak ya di approve. Kalau saya?

Pertama sih saya mencari kawan seiring seperjuangan, temen sekolah, temen kuliah dan temen nongkrong. Setelah itu melebarkan sayap dengan meng-add temen yang seprofesi atau memiliki hobi yang sama. Banyak ide dan gagasan yang dituangkan dalam status wall temen-temen. Baik temen-temen politikus..maupun temen-temen aktivis. Semuanya memberikan warna. Terlebih lagi dengan hasil pemilu yang menceraikan SBY-JK, banyak celotehan dan celometan.

Di pesbuk pula saya bisa bercengkerama hingga dini hari. Say helo hingga membicarakan kondisi terkini walau tidak se-enjoy YM dalam ngerumpi tentunya. Lalu apalagi? Yang jelas pesbuk telah mengganggu pola makan dan tidurku sehingga kinerja menjadi amburadul. Bayangkan saja, saya memperpanjang waktu pulang hanya untuk pesbuk. Sepanjang perjalanan pulang.., saya lirik ke hp-ku, mencari temen yang update statusnya. Menjelang tidur malampun saya harus lapor ke pesbuk. Kataku “Rest and Relaxation with Bon Jovi –Never Say Goodbye—“

Argggggggggghh.......... pesbuk, kau menjadikanku budak mayamu. Dasar...


Selanjutnya.."Perbudakan Gaya Baru...."

Valentine’s Doraemon

Sabtu, Februari 14

Setelah rokok dan golput diharamkan, kini giliran Valentine’s Day yang dirayakan setiap 14 Februari menjadi sasaran tembak untuk diharamkan. Pernyataan haram itu disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat KH Drs Hafidz Utsman. Alasannya, budaya Valentine ialah budaya yang berasal dari non-Muslim. "Valentine itu kan dari budaya luar, dan asal-usul Valentine itu orang pacaran yang tidak pakai norma agama, jadi kenapa orang Islam harus meniru budaya itu," katanya.

Saya jadi teringat tentang cerita doraemon. Anak-anak sekarang masih saja suka dengan tayangan Doraemon. Padahal itu tayangan dari luar sana, tepatnya Jepang. Lalu apa hubungannya doraemon dengan pernyataan haram diatas?????

Yg matane buta namanya Doraketok
Yg bodo namanya Doramudeng
Yg sakit2an namanya Dorasehat
Yg minggatan namanya Dorabali
Yg rai gedhek namanya Doraisin
Yg tuli namanya Dorakrungu
Yg porno namanya Dorakathokan
Yg baca posting ini namanya Dorawaras
Dan yg bikin posting ini namanya Dorapekok alias pinter...


Belakangan sadara Doraemon nambah dan diberi nama

Yang sembelit Dorangising. ...
Yang jarang muncul di blog Dorangetok.. .
Yang jarang nulis di blog Dorangetik.. .
Yang masih kos Doramulih...
Yang kuliahnya lama Dorarampung- rampung.. ..

Sing ra mudheng, berarti .... Doranyandhak ......

Selanjutnya.."Valentine’s Doraemon"

SAKIT GIGI

Rabu, Januari 28


Akhir-akhir ini saya merasakan gigi geraham mulai bikin ulah. Kadang ulahnya tak mengenal waktu dan tempat. Misalnya, waktu itu menunjukkan jam 11.30 pas berlangsung brefing dengan kru yang lain. Lalu tiba-tiba gigi geraham memberontak kesakitan. Memang salahku kalau saya sedikit jorok dengan tidak mengosok gigi menjelang tidur. Dan kejorokan saya berulang hingga bertahun-tahun, dan susah merubahnya. Kejorokan yang akut. Akibatntya briefing sedikit tersendat.., karena saya mengiyakan saja paparan kru tentang hasil liputannya. Katanya bla bla bla, tanpa mengoreksi sumber berita yang bonafid. Main comot untuk menututp dead line yang sudah ditetapkan. Ya sudahlah…, namanya juga musibah yang berawal dari kejorokan sendiri.

Sakit gigi identik dengan diam. Pemilik gigi sakit tak berdaya untuk membuka mulutnya, apalagi bersuara dengan lantang. Tapi kini, mbak Mega sudah tidak sakit gigi lagi. Kemarin, pada pembukaan rakernas PDI-P di Solo, mbak Mega bersuara lantang, menyentil pemerintah yang hobi bermain yoyo. Menaik turunkan harga BBM, yang dianggap keberhasilan pemerintah. Padahal, kata mantan RI-1 itu mengatakan bahwa kebijakan tersebut menunjukkan ketidakrelaan pemerintah untuk berkorban bagi kepentingan rakyat. Hmmm, sudah pintar mbak Mega ini. Walaupun pidatonya dituntun dengan naskah, cukup lumayan dia mengatur irama antara memandang kader PDI-P dengan melirik contekan. Hi hi hi.

Sakit gigi saya mungkin akan semakin menggila bila tidak segera dicabut. Kenapa???, mulut saya yang terbiasa disumpel dengan batang rokok kini harus waspada untuk menekuni hobi merokok. Maklum saja, MUI sudah mengeluarkan fatwa bahwa merokok itu haram. Bila mulut asem lalu diganti dengan permen, betapa linunya gigi terkena rasa manis bahkan akan mengakibatkan rasa cenut-cenut yang luar biasa. Saya sudah latihan mengkonsumsi permen ditempat-tempat strategis yang tertampang tulisan dilarang merokok. Hasilnya…gigi sakit. Hmmm, bila saya sekaliber kak Seto, saya akan mendekati MUI untuk mengeluarkan fatwa bahwa mengkonsumi permen adalah haram.

Saya juga akan mendekati pakar kesehatan terutama dokter anak-anak, agar memberikan ulasan di berbagai seminar dan lokakarya bahwa permen bisa menggangu pertumbuhan gigi anak, menghambat proses belajar anak, dan menggangu kehamilan. Maka kesimpulan itu semua bahwa sudah selayaknya dan sepantasnya permen juga dilarang oleh para anak remaja dan ibu hamil.

Selanjutnya.."SAKIT GIGI"

1000 LELAKI INDONESIA

Selasa, Desember 9

Belum lama ini lembaga survey tentang pola hidup yang bekerja sama dengan produsen pakaian dalam lelaki dan obat kuat telah melansir hasil penelitian terhadap 1000 lelaki dewasa di beberapa kota besar di Indonesia atas kehidupannya yang paling pribadi. Survey selama tiga bulan lebih tersebut memilih para lelaki dewasa Indonesia secara acak dari berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan. Beberapa pertanyaan disampaikan kepada mereka guna mengetahui kehidupan sosialnya. Hasil yang menarik adalah saat ditanyakan kegiatan para lelaki tersebut usai melakukan hubungan intim dengan pasangannya.

10% responden setelah melakukan hubungan intim (ML) memeluk pasangan dan mencium keningnya sambil mengatakan i love u.

20% responden setelah ML, segera mengenakan pakaian tidur lalu menyedot rokok dalam-dalam.

70% respoden setelah ML, segera mengenakan pakaian resmi lalu pulang ke istrinya.


Benar begitu????

Selanjutnya.."1000 LELAKI INDONESIA"

Sang Lelaki dan Istrinya

Jumat, Desember 5

Ada pasangan muda yang berbulan madu di Bali. Mereka melewatkan masa indahnya berhari-hari sebagaimana layaknya pengantin baru. Sebagai pasangan yang telah mengantungi ijin saling menjamah secara sah, mereka .....(pritttttttttttt ....awas ada UU APP....). Malam terakhir jelang kepulangan ke Jakarta, sang istri sangat getol memegang dan memandangi ”pistol” suaminya. Memandang dan memegang lama-lama, seolah-olah menemukan mainan baru dalam hidupnya. Lalu...

Suaminya: Kenapa ma.., suka dengan punya papa ya. Punya papa besar khan.

Istrinya: Ah nggak kok pa. Hanya kangen aja kok...

Suaminya: Kangen...??? ....emang kenapa ma?

Istrinya: Gini lho pa..., mama khan dulu punya barang ini!!!

Suaminya: jadi ..mama ini ......(gubrak..sang papa pingsan).


Selanjutnya.."Sang Lelaki dan Istrinya"

Baru Rencana Sudah Gagal

Rabu, Juli 30

Setiap individu tentunya mempunyai cita-cita. Entah apa itu cita-citanya, hanya sang individu yang paling mengetahui bagaimana caranya paling “maknyus” buat menggapainya.

Hmmmm,
Salah satu cita-cita terbesarku dalam tahun ini kandas sudah. Kenapa????, karena kepergian Mak Erot. Lho kok ????.., bukan karena aku ingin membesarkan salah satu organ tetapi ..................ingin membesarkan barang. Maksute????

Gini lho..,
Aku sudah menabung bertahun-tahun untuk membeli mobil yang bagus dan mulus tapi gak pernah kesampaian. Kenapa? Karena harga mobil semakin lama semakin mencekik leher bagi aku yang kantungnya pas-pasan. Trus apa hubungannya dengan Mak Erot????

Karena Mak Erot sangat lihai membesarkan maka aku mau membeli mobil yang kecil mungil seperti mobi ini

trus aku bawa ke Mak Erot untuk dibesarkan menjadi mobil yang besar seperti ini:



Selanjutnya.."Baru Rencana Sudah Gagal"

Kegembiraan Sang Sultan dan Ratu Hemas…

Senin, Mei 19

Kegembiraan terbesar orang tua adalah mengantarkan anak-anak tercintanya ke dalam mahligai perkawinan agung nan suci. Begitu pula halnya dengan sang Sultan dan ratu Hemas yang menikahkan anaknya Gusti Kanjeng Ratu Madu Retno dengan Kanjeng Pangeran Haryo Purbodiningrat pada 9 Mei 2008 lalu. Gurat kebahagian terpancar dari wajah mereka.., menebar senyum khas orang Jawa. Kebahagian yang tidak dilebih-lebihkan, dan ini adalah kelebihan sang Sultan. Lebih tapi tidak berlebihan.


Acara pernikahan putri ketiga mereka digelar dengan adat Jawa lengkap sesuai tradisi kraton ini dihadiri sejumlah tokoh tanah air. Tidak tanggung-tanggung, Presiden dan wakilnya juga hadir. Maklum, selain sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta juga merangkap sebagai raja Jawa yang bergelar Sri Sultang Hamengku Buwono X, pewaris tahta untuk rakyat.


Undangan yang datang selain para koleganya dari jajaran pemerintahan juga dari kalangan tokoh politik dan pengusaha. Memang, sang Sultan ini sangat piawai memainkan perannya sebagai gubernur dan sebagai raja. Beliau sangat terbuka dengan dunia politik namun tetap berpijak pada norma dan aturan sehingga dalam setiap kesempatan memperlihatkan budaya politik yang santun. Menyerang lawan politiknya dengan adat ketimuran yang kental.


Selain mahir melakukan berbagai manuver di dunia politik, beliau juga pandai dalam usaha. Dan .., hasilnya luar biasa. Data tahun 2007, menunjukkan bahwa sang Sultan masuk dalam jajaran 100 orang terkaya di Indonesia dangan jumlah kekayaan ditaksir 140 juta dollar. Wowwww. Bahkan kekayaan itu melebihi Jusuf Kalla yang berada di peringkat ke-83 dengan kekayaan ‘hanya’ $125 juta. Sementara sang Sultan di peringkat 77.


Anak Pejabat Nikah, Ayahnya Repot


Dengan statusnya sebagai Gubernur, Raja, Tokoh Politik sekaligus pengusaha sukses…, tak ayal pernikahan sakral putrinya mengundang ”endusan” KPK yang lagi galak-galaknya. KPK mencoba mengendus “angpao” yang diberikan para undangan. Tentunya, KPK tidak salah karena mereka menjalankan tugasnya dan hal itu sesuai dengan ketentuan Pasal 12B UU Nomor 20 tahun 2001 yang menyatakan bahwa bila penerima angpao tidak lapor selewat 30 hari setelah ia menerima, bisa diancam pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak banyak Rp 1 milyar.


Ya,……sebagai penyelenggara negara, sang Sultan mempunyai kewajiban melaporkan sumbangan atau pemberian yang diterima saat pernikahan putrinya meski sang Sultan bisa berdalih bahwa angpao itu buat anaknya. Kita bisa membandingkan “endusan” KPK saat menjadi panita pembuka angpao-nya pernikahan Hidayat Nurwahid yang belum genap satu tahun ditinggal istri tercintanya, kemudian menemukan cinta yang lain. KPK disitu sangat tepat karena yang melakukan pernikahan adalah Hidayat Nurwahid sekaligus penerima angpao.

Bukan membela sang Sultan. Dalam konteks sebagai raja, angpao atau upeti adalah wajar dan harus ….bukan????.

Selanjutnya.."Kegembiraan Sang Sultan dan Ratu Hemas…"
Image hosted by servimg.com

  © Blogger Template News Kidding On The Blog by Bagus Pras 2010

Back to TOP